Lee Seung Woo, lahir di provinsi Gyeongdi-do di sebelah utara Korea Selatan, lahir pada 6 Januari 1998. pada waktu masih bermain di Cadet A, dia pernah membuat 36 gol hanya dari 26 laga kompetisi, namun dia memiliki kemampuan lebih dari seorang pencetak gol ulung, dia memiliki pergerakan yang luar biasa dengan atau tanpa bola, kecepatan dribllingnya juga luar biasa. dia bisa bermain lebih kedalam, meminta bola, dan membuka ruang, terdengar familiar?? ya dia memiliki kemampuan sebagai �False 9?.
Lee pertama kali ditemukan bakatnya oleh Albert Puig, ketika Danone Cup di Afrika Selatan, namun ketika itu Puig tidak langsung mengambil Lee untuk masuk ke La Masia, pada kesempatan kedua, ketika Penya Barcelonista Escola Sant Cugat-Soccer Hristo Stoichkov sebuah sekolah sepakbola hasil kerja sama legenda Barca Hristo Stoichkov dengan FCB Escola mengadakan partai eksebisi antar Korea Selatan u-12 dengan Tim Junior FC Barcelona. Di situ Albert Puig kembali melihat bakat Lee Seung Woo. meski kala itu Korea Selatan u-12 kalah 3-2 namun Puig terkesan dengan penampilan Lee Seung Woo dan juga Jang Gyeolhee.
Kedua pemain muda Korea Selatan tersebut pun direkrut atas persetujuan FA Korea Selatan, Awal kehadirannya di La Masia cukup berat bagi seorang anak muda, adaptasi yang sulit harus dilalui dirinya, sebagian besar karena kendala bahasa. namun ciri khas warga asia yang ramah membuat dia mendapat sambutan hangat dari teman-temannya di La Masia. Meski jauh dari keluarga dia tidak merasa kesepian karena ada kompatriotnya Jang Gyeol He.
Namun jika berada di lapangan, adaptasinya berjalan lebih mudah, di musim perdananya dia bisa membuat banyak gol untuk Cadet A. namun di musim kedua cedera menghalanginya untuk ikut serta ketika tim ini memenangi MIC Turnamen (turnamen bergengsi untuk kelompok umur U12). dia hanya mencetak 15 gol saja dalam semusim. seperti bocah korea lainnya, idolanya adalah Park Ji Sung dan juga Leo Messi.
Pada februari 2013, Lee dan beberapa pemain La Masia asal asia lainnya mendapat hukuman tidak dapat tampil dalam ajang resmi di bawah naungan FIFA, hal ini dikarenakan FIFA menganggap Barca menyalahi aturan dalam proses perekrutan pemain di bawah U-18 Non Uni Eropa. hal ini membuat karir dari Lee sedikit tersendat. namun dasar berbakat penampilan dia di Al-Kass International Turnament selalu membuat decak kagum. Al-Kass sendiri turnamen non resmi tahunan untuk tim junior berskala International yang diselenggarakan di Uni Emirat Arab.
Baru-baru ini kasus Lee dkk kembali diangkat FIFA, bahkan membuat Barca terancam terkena hukuman Embargo Transfer dari FIFA. semoga hal ini tidak membuat bakat gemilang anak-anak muda seperti Lee Seung Woo menjadi sia-sia.